You are here: Home Opini

Opini

Dua Tugas Mendesak Gerakan Buruh

Bangun Konfederasi Buruh Progresif Yang Kuat dan Lapangkan Jalan Menuju Partai Kelas

(Sebab tanpa Organisasi Massa yang kuat, mustahil ada Partai Kelas yang kuat)

Disaat situasi politik meningkat, akan selalu ada kelompok yang mencoba mengambil ruang (Opurutunity) untuk melakukan upaya delegitimasi terhadap kekuasaan secara simultan, termasuk dari kelompok progressif sekalipun. Tinggal bagaimana masing-masing kelompok mengejahwantahkan taktik dan strateginya sehingga mampu menyokong keberhasilan tujuan dan kepentingannya tersebut. Tengok saja situasi saat ini, Partai yang mengklaim oposon Rezim SBY-pun melakukan hal yang sama dengan manuver hak angket, kekuatan konservatif-militeristik juga tidak ingin kalah dengan mobolisasi aksi tandingan di bebagai daerah. Lantas bagaimana posisi gerakan buruh Indonesia???

Read more...

 

Krisis Keuangan dan Intervensi Pemerintah

Krisis keuangan global yang dipicu krisis keuangan di Amerika Serikat sebenarnya disebabkan oleh pengkhianatan terhadap ideologi ekonomi pasar.
Tidak seperti dikehendaki Bapak ekonomi pasar, Adam Smith, Pemerintah AS justru membiarkan pasar keuangannya bebas tak terkendali tanpa intervensi.

Di pihak lain, saat Pemerintah AS mengintervensi pasar keuangannya dengan mengucurkan dana besar talangan dari pajak rakyat, tindakan itu memunculkan pertanyaan apakah tindakan itu tepat dan adil dari perspektif sistem ekonomi pasar. Pertanyaan yang sama juga muncul, bahkan harus muncul, saat Pemerintah Indonesia mengambil aneka tindakan yang mengarah pada intervensi pasar keuangan guna mencegah krisis ekonomi.

Read more...

 

Ekonomi Neoliberal Indonesia

Sekilas Sejarah Ekonomi Liberal
 

Sebenarnya, krisis pokok ekonomi global—yang lebih dahulu diderita oleh negeri-negeri berkembang—adalah: kelimpahan produksi tanpa daya beli masyarakat (excess supply). Dan krisis itu lah justru yang kemudian mematikan sektor riil; bukan sebaliknya, atau bukan kematian sektor riil yang menyebabkan krisis. Lebih jauh lagi, dilihat latar belakang ideologis penyebabnya, krisis tersebut merupakan hasil dari respon cara pandang liberalisme terhadap pasar liberal dunia. Dan lebih detail lagi, biang keladinya adalah metode ekonomi liberal, yakni: 1) balasan nilai yang tidak setara—berupa pendapatan masyarakat—dari pemilik modal terhadap tenaga kerja (produsen barang dan jasa); 2) spekulasi pasar saham; spekulasi perdagangan uang; dan 3) persaingan dengan pemilik modal lain.

Read more...

 

Memang, tak mungkin sistem kapitalisme tanpa krisis

Kalimat inilah yang menutup salah satu opini di Kompas (22 September 2008) begitu pasar modal Amerika Serikat mulai sempoyongan dan gonjang-ganjingnya mulai menghantui pasar modal di Indonesia. Koran-koran Indonesia menutupi apa yang sebenarnya terjadi, berusaha pula menenangkan "pelaku pasar" agar dampak krisis yang terjadi di Amerika bisa diredam.

Read more...

   

Berita Foto

Left direction
Ratusan Buruh Pabrik Jean Tuntut THR
Treatrikal Buruh
BURUH ANTI NEOLIB
Demo Buruh Di Malang
Right direction